Philosophy
Menebar Senyum ke Seluruh Dunia Lewat Makanan.
Mission
Membawa budaya kuliner Jepang ke seluruh dunia,
menghadirkan lebih banyak senyum,
dan menciptakan masyarakat yang cerah dan penuh semangat.
Vision
Menjadi perusahaan terdepan di dunia
dalam menyebarkan budaya kuliner Jepang.
Profil Perusahaan About MANMARU
| Nama Perusahaan | EAT FACTORY INTERNATIONAL Co.,Ltd. |
|---|---|
| Nama dalam Bahasa Inggris | EAT FACTORY INTERNATIONAL Co.,Ltd. |
| Tanggal Berdiri | 1 September 2025 |
| Kantor Pusat | Tenma Garden 4F, 3-4-14 Tenjinbashi, Kita-ku, Osaka 530-0041, Jepang |
| Chairman | Isao Yamaguchi |
| Presiden Direktur | Go Morita |
| Modal Dasar | JPY 5.000.000 |
| Bidang Usaha | Pengelolaan restoran / produksi gerai, konsultasi, kantor pusat waralaba |
Sejarah
Holdings
Our Journey
| 2009 | Membuka gerai MANMARU pertama |
|---|---|
| 2012 | Memulai pengembangan waralaba bisnis MANMARU |
| 2015 | Membuka gerai MANMARU pertama di luar negeri, di Ho Chi Minh City, Vietnam |
| 2016 | Mencapai 50 gerai di Jepang |
| 2019 | Membuka MANMARU Makati, Filipina |
| 2019 | Mendirikan EAT FACTORY HOLDINGS Co.,Ltd. |
| 2023 | Membuka MANMARU Hanoi, Vietnam |
| 2024 | Membuka MANMARU Tomas Morato, Filipina |
| 2025 | Membuka MANMARU Le Van Sy, Vietnam |
| 2025 | Membuka MANMARU Parañaque, Filipina |
| 2025 | Mendirikan Eat Factory International (perusahaan kami), yang khusus menangani ekspansi MANMARU di luar negeri |
Pada 2008, ia bergabung dengan salah satu firma konsultan manajemen terkemuka langsung setelah lulus kuliah.
Bekerja bersama para pemilik usaha di seluruh Jepang, ia menangani penawaran bisnis waralaba dan mempelajari praktik pengembangan serta perekrutan mitra waralaba secara langsung.
Pada 2013 ia meninggalkan firma tersebut dan melanjutkan studi MBA di Sekolah Pascasarjana Bisnis Universitas Hosei.
Di sana ia mempelajari strategi manajemen, teori organisasi, dan keuangan secara sistematis.
Setelah itu, di usia akhir dua puluhan, ia berangkat ke Pulau Cebu, Filipina, tanpa modal apa pun dan memulai usaha dengan berjualan katsu sando di pinggir jalan.
Usaha itu diliput televisi dan berbagai surat kabar, menarik antrean setiap hari dan banyak perhatian.
Berangkat dari pengalaman itu ia memperluas usahanya, dan melalui pertemuan dengan mitra bisnis Tionghoa perantauan, ia mengelola bersama sebuah kafe di Cebu serta dua restoran yakiniku dan satu kedai ramen di Manila.
Mulai dari membuka usaha kuliner di pasar luar negeri hingga mengelola banyak gerai, ia membangun kemampuan nyata dalam mengembangkan bisnis kuliner di luar negeri.
Saat mencari tantangan baru, ia mendengar visi ekspansi global MANMARU dari Bapak Yamaguchi, pendiri MANMARU yang telah lama dikenalnya.
Ia memutuskan melepas seluruh usaha yang telah dibangunnya, dan menjabat sebagai Presiden Direktur Eat Factory International untuk mewujudkan ekspansi multigerai dalam skala global.